Usaha Pertanian Budidaya Jahe
TEKNOLOGI BUDIDAYA
Tanaman jahe terhitung salah satunya tanaman rempah-rempah/beberapa obat, produk tanamannya ada pada akar rimpangnya/umbi tangkai/rhizoma yang ada dalam tanah. Batangnya berwujud rumpun dengan tinggi 40 - 90 cm. Hingga kini beberapa petani masih tetap sedikit yang menanam jahe sebagai tanaman intinya, mayoritas petani menanam jahe sebagai usaha atau tanaman sambilan yang belum dipiara secara harusnya. Hingga hasilnya juga belum mencukupi sama seperti yang diharap. Sekalinya begitu tanaman jahe sebagai tanaman rakyat di perdesaan yang lama di tanam petani diperbudidayakan lebih intens.

Sayarat tumbuh
- Tanah: Tanaman jahe menginginkan tanah subur, gembur, banyak terkandung humus dan gampang penyelesaian air.
- Tanah latosol biasanya bisa ditanam jahe. Tinggi tempat tanam 0 - 900 m dari permukaan laut, sedang beberapa daerah pemroduksi jahe di antara 200 - 600 m dari permukaan laut.
Cuaca:
- Beberapa daerah pertanaman jahe bercurah hujan di antara 250 - 400 mm setahunnya. Adapun yang diinginkan tanaman jahe yaitu cuaca panas sampai sedang dengan kelembapan udara tinggi.
- Temperatur yang bagus di antara 21 - 35 Celsius sepanjang perkembangan membuat rumpun. Tanaman jahe menginginkan banyak cahaya matahari. Pada beberapa tempat telindung cuma hasilkan tanaman tinggi dengan daun lebar, namun rimpangnya kecil.
Penyiapan tanam
- Pemrosesan Tanah
- Tanah dikerjakan pada musim kemarau supaya jadi gembur dan masak
- Pemrosesan tanah umumnya dilaksanakan 1 - 2x dan dibikin bersih dari gulma atau rumput-rumputan.
- Bilikan dibikin lebar 120 cm dan panjangnya tidak terbatasi. Tinggi bilikan di antara 25 30 cm, jarak antara bilikan yang satu sama yang lain 30 - 50.
- Bilikan dikasih pupuk dasar berbentuk kompos /pupuk kandang.
Persiapan Bibit
- Beberapa Tipe bisa dikelompokkan berdasar berwarna jahe dibagi jadi tiga tipe yakni : Jehe merah, jahe kuning dan jahe putih
- Dan berdasar memiliki bentuk yakni jahe kecil dan jahe besar yang kerap disebutkan jahe gajah.
Pilih bibit
- Pergandaan tanaman lewat stek rimpang yang telah tua. Rimpang dipotong sama ukuran 2,5 - 7 cm. Rimpang itu terbagi dalam 2 - 3 mata tunas. Bibit seharusnya diletakkan dahulu di dalam ruang yang sejuk sampai tumbuh tunasnya, selanjutnya siap untuk ditanamkan.
Penanaman
- Penanaman dilaksanakan seharusnya di awal musim penghujan.
- Bibit ditanamkan pada jaluran-aluran tanah dalam jarak dalam barisan 30 - 50 cm dan kedalaman 5 - 7,5 cm.
- Selanjutnya ditutup dengan tanah.
Perawatan
Perawatan jahe dilaksanakan berbentuk:
- Pengadiran dan pembubunan dilaksanakan 2x yakni pada usia 2 - tiga bulan dan 4 - enam bulan sesudah tanam.
- Diberi pupuk kandang atau pupuk bikinan pada usia 1 - 1,lima bulan.
- Pupuk kandang 15 ton/ha, dan pupuk bikinan yakni : Ure 36 kg, TSP 36 kg, KCl 80 kg dalam tiap hektar.
- Pemupukan bertepatan dengan pembubunan dengan menaburkan di sekitar rumpun atau sejajar dengan baris.
Hama dan Penyakit
- Hama
- Kumbang Epilahna sp, kerap membolongi daun.
- Dichorcrosis spuntiferalis Guen (ulat pengerek akar) serang akar hingga kering dan mati.
- Penangkalan dengan insektisida Thiodan 35 EC dengan jumlah 1,5 - 2 cc/lt air.
Penyakit
- Cendawan Philosticta Zingiberi serang daun hingga berbercak-bercak.
- Pengaturan dengan penyemprotan fungisida Dithane M-45.
- Cendawan Pythium sp dan bakteri Pseudomonas Zingiber. Tanda-tandanya daun jadi kering dan sisi pangkal tangkai dan rimpangnya membusuk dan pada akhirnya mati.
- Pengaturan tanaman diserang ditarik dan dibakar.
Panen
- Pada usia 9 - 10 bulan jahe dapat dipanen jika daun dan batangnya telah kering. Panen dilaksanakan dengan mengarpu atau mengeruk rimpangnya.
- Rimpangnya dibikin bersih dari tanah dan kotoran yang menempel.
- Selanjutnya dijemur dan diletakkan di lokasi yang kering.
- Keproduktifan bisa capai 10 - 20 ton/hektar.
Post a Comment for " Usaha Pertanian Budidaya Jahe"