Tips Budidaya Selada Keriting Organik
Ada dua barisan besar budidaya selada (Lactuca Sativa) yang berkembang di Indonesia. Pertama, selada daun wujud korp-nya bundar terlepas, daunnya hijau megar. Ke-2 , selada korp (heading lettuce) wujud korp-nya bundar atau lonjong dan korp-nya padat.
Dari 2 tipe di atas yang terbanyak diperbudidayakan ialah type selada daun, wujud daunnya bergelombang condong berkerut-kerut, atau terkenal bernama selada keriting. Selada keriting tolerir ditanamkan di wilayah tropis dan panas sekalinya. Tipe selada keriting bahkan juga dapat tumbuh dengan subur di daratan rendah dan panas seperti Jakarta.
Penyeleksian benih dan penyemaian
Selada dibanyakin diri dengan biji. Biji atau benih selada didapat dengan tumbuhkan tanaman selada sampai berbunga dan berbuah. Sesudah tua baru diambil bijinya. Jika benih dibeli dari toko, varietas yang terkenal sekarang ini diantaranya penn great lakes, imperial dan new york. Keperluan benih selada per satu hektar tempat ialah 250 g. Untuk memperoleh hasil maksimal, benih selada keriting seharusnya disemai lebih dulu saat sebelum ditanamkan di bentangan tempat yang luas.
Ada beragam tipe media penyemaian untuk budidaya selada, salah satunya dalam polybag, daun pisang, mekanisme tray, tanah tercetak atau di atas bilikan. Kesempatan ini yang hendak kami jabarkan ialah tempat tanam di atas bilikan.
Persiapkan bilikan dengan lebar satu mtr. dan tinggi sekitaran 15 cm, panjang bilikan disamakan dengan keperluan. Status bilikan harus di tempat terbuka dan jauh dari masalah binatang. Campur pupuk kandang, tanah dan arang sekam dengan perbedaan 1:1:1. Pupuk kandang yang dipakai harus telah benar-benar masak untuk menghindar tumbuhnya mikroorganisme yangn tidak diharap. Manfaat pupuk kandang untuk membuat bertambah elemen hara dan gizi. Arang sekam dibutuhkan untuk menggemburkan tanah supaya pencabutan bibit tidak menghancurkan akar tanaman. Jika tanah terlampau asam, beri kapur pertanian atau dolomit seperlunya. Derajat keasaman yang bagus untuk budidaya selada ialah pH 5 sampai 6,8.
Siram media penyemaian sama air untuk memberi kelembapan pada benih yang hendak ditabur. Upayakan janganlah sampai basah menggenang sebab bisa membusukan tanaman. Tebarkan benih selada secara rata di atas bilikan. Padat penyebaran benih ialah 100 g per 10 mtr. persegi bilik semai. Jika penyemaian dilaksanakan pada musim kemarau, sebaiknya beri mulsa berbentuk rumput, jerami atau daun kering diatasnya. Hal itu bermanfaat untuk kurangi evaporasi karena panas matahari.
Bikinlah lindungan di atas bilikan itu. Fungsinya, pada musim penghujan membuat perlindungan bibit yang baru tumbuh dari luapan air hujan langsung. Pada musim kemarau, untuk memayungi bibt dari sengata matahari yang terlampau terik. Tutupan bilikan dapat memakai paranet, karung plastik atau plastik bening. Usahakan membuat tutupan yang dapat ditutup membuka, hingga pada sore dan pagi hari tutup dapat dibuka supaya mendapatkan pencahayaan optimal. Dan, di siang hari dapat ditutup membuat perlindungan dari sengatan matahari.
Perawatan pada tahapan penyemaian ini ialah penyiraman teratur, penyiangan gulma dan pemantauan hama dan penyakit. Dalam budidaya selada keriting organik tidak dikenankan penyemprotan pestisida sintetis. Apa jika ada hama dapat ditendang dengan tutup penyemaian, jika terkena penyakit dapat diberi pupuk kandang tambahan dan penyemprotan pestisida nabati jika dibutuhkan. Bibit selada keriting dapat dipindah sesudah berdaun 4-5 lembar atau berusia 3-4 minggu semenjak benih disebar.
Pemrosesan tanah dan penanaman bibit
Pemrosesan tempat untuk budidaya selada keriting bergantung pada tipe, susunan dan struktur tanahnya. Jika tanah yang hendak digunakan benar-benar keras, kerjakan penggarpuan lebih dulu, kemudian baru dilaksanakan penggemburan dengan dicangkul. Selanjutnya wujud bilikan sama ukuran lebar 1 mtr. tinggi 15 cm dan panjang lebih kurang 10 mtr. atau bergantung keadaan tempat. Supaya bilikan masih tetap kering, khususnya di lahan-lahan basah seperti sisa sawah, tanah untuk bilikan ditinggikan 20 cm, dikiri dan kanan bilikan dibikin gang untuk aliran drainase. Lebar bilikan tidak dikenankan terlampau lebar untuk mempermudah perawatan.
Budidaya selada keriting membutuhkan lingkungan keasaman yang netral dengan pH bagus 5-6,8. Jika keadaan tanah asam seharusnya dilaksanakan proses penetralan lebih dulu dengan kapur. Dan jika tanah terlampau basa netralkan dengan belerang atau gipsum. Misalkan, untuk menetralisir tanah yang mempunyai pH 5,5 dibutuhkan kapur sekitar 0,1 kg per mtr. persegi hingga derajat keasaman naik jadi pH 6,5. Kebalikannya untuk turunkan pH tanah dapat diberi belerang atau gipsum sekitar 0,6 kg per mtr. persegi.
Untuk membuat bertambah humus tanah digabung dengan pupuk kandang yang sudah masak atau pupuk kompos. Jumlah pupuk kandang yang dianjurkan untuk kotoran ayam ialah 20 ton per hektar. Jika kita memakai pupuk kompos, jumlah kompos yang dianjurkan sekitar 2 kg per mtr. persegi. Pemberian pupuk organik mempunyai tujuan untuk menggemburkan tempat dan meninggikan aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Sesudah tanah digabung dengan pupuk kandang atau kompos, biarkan sepanjang dua hari, selanjutnya lumatkan kembali tanah dengan pencangkulan.
Sesudah tempat siap alihkan bibit selada keriting dari tempat penyemaian. Dalam mengalihkan tanaman, seharusnya angkat dengan tanah yang menyokong zone perakaran. Penanaman dilaksanakan dengan ditugal atau dilubangi dengan tangan saja. Besar dan dalam lubang tanam disamakan dengan perakaran bibit selada keriting yang hendak dipindah. Mengatur jarak tanam sejumlah 10 x 15 cm.
Perawatan budidaya selada
Perawatan yang sudah dilakukan dalam budidaya selada kriting salah satunya penyiraman, pemupukan dan penyiangan. Penyiraman dilaksanakan sesuai cuaca yang ada. Bila tidak ada hujan kerjakan 2x penyiraman pada sebuah hari tiap sore dan pagi. Penyiraman dapat dilaksanakan di siang hari tetapi dengan intensif air yang lumayan banyak untuk menghindar layu tiba-tiba pada tanaman.
Sesudah bibit yang ditanamkan berusia dua minggu, jika tanaman kurang subur yang diikuti dengan warna hijau yang sirna, beri tambahan pupuk kandang sekitar 2 ton per hektar. Pupuk kandang yang dipakai sebaiknya yang memiliki kandungan elemen nitrogen tinggi seperti kotoran ayam. Pada usia tanaman capai 20 hari semenjak semprot pupuk cair organik dengan jumlah 3 ltr per hektar.
Walau transisi panennya cepat, penyiangan masih tetap dibutuhkan karena tanaman selada kriting ini mempunyai akar yang dangkal hingga daya saingnya benar-benar rendah dibandingkan tanaman pengganggu. Karena itu memerlukan penyiangan yang teratur dengan mengambil tanaman pengganggu. Dalam budidaya selada keriting umumnya dibutuhkan minimum 1x penyiangan gulma selama saat budidaya.
Langkah penyiangan gulma sedkit berlainan pada musim kemarau dan penghujan. Pada musim kemarau gulma ditarik atau dipotong, selanjutnya didiamkan di atas tanah. Fungsinya sebagai tambahan pupuk hijau dan membuat mulsa untuk kurangi evaporasi. Hingga air untuk penyiraman dapat dihemat. Pada musim penghujan, gulma harus ditarik dan bilikan harus bersih dari hijauan. Ini untuk menghindar tumbuhnya jamuir dan penyakit disekitaran tanaman selada karena kelembapan yang tinggi.
Pengaturan hama dan penyakit
Hama dan penyakit yang umum serang budidaya selada keriting ialah seperti berikut:
- Jangel (Bradybaena similaris ferussac), memiliki bentuk seperti siput memiliki ukuran 2 cm. Hama ini serang tanaman di semua usia. Biasa sembunyi pada pangkal daun sisi dalam. Gempuran hama ini membuat daun berlubang.
- Tangek (Parmalion pupilaris humb), memiliki bentuk serupa dengan jangel tetapi tidak mempunyai siput. Karena gempurannya sama membuat lubang pada daun. Hama ini banyak serang pada musim kemarau dibandingkan musim penghujan.
- Busuk lunak (soft rot), pemicunya bakteri Erwinia Carotovora. Penyakit ini serang sisi daun. Gempuran diawali dari pinggir daun, warna daun jadi coklat selanjutnya layu. Selainnya dapat serang tanaman yang ditanamkan, penyakit ini bisa juga serang selada yang siap diangkut ke pasar.
- Busuk pangkal daun, pemicunya Felicularia Filamentosa. Penyakit ini serang pangkal daun, gempuran umum terjadi mendekati panen.
Dalam budidaya selada keriting organik, tidak dibolehkan menyemprotkan hama dan penyakit dengan pestisida sintetis. Pengaturan hama dan penyakit dilaksanakan dengan memerhatikan pemupukan, kebersihan kebun, perputaran tanaman dan jika mau tak mau kerjakan penyemprotan dengan pestisida nabati.
Penyiraman teratur dan pemupukan yang pas bisa dibuktikan efisien mengontrol hama. Tetapi, pengaturan hama yang paling efisien dengan lakukan budidaya tanaman sehat, atur kebersihan lingkungan seperti jaga irigasi dan drainase dan jamin kecukupan nustrisi untuk tanaman khususnya untuk ketahanan tubuh tanaman tersebut seperti elemen kalium. Elemen kalium dapat didapat dengan menambah beberapa bahan daun bambu di saat pembikinan kompos.
Panen budidaya selada
Budidaya selada keriting dapat dipanen 20-30 hari sesudah bibit ditanamkan . Maka, jika dihitung dimulai dari penyemaian sampai panen, kurang lebih diperlukan 40-60 hari. Produktiivitas tanaman selada keriting dapat capai 15-20 ton per hektar.
Panen dilaksanakan dengan mengambil tanaman sampai keakar-akarnya. Sesudah dipanen, sisi akar selada kriting dicuci dan daun-daun yang hancur dibuang. Golongkan daun selada keriting berdasar ukuran. Pembuatan saat panen harus dilaksanakan secara cepat dan selekasnya karena tanaman selada keriting tidak kuat panas dan evaporasi. Jika pengiriman ke pasar ada interval waktu lama, taruhlah sayur itu di lokasi yang lembab dekat sama air atau dengan teratur diciprati air.


Post a Comment for " Tips Budidaya Selada Keriting Organik"