Kaya Nutrisi, Ini 5 Manfaat Rhubarb yang Jarang Diketahui
Rhubarb termasuk sayuran yang jarang diketahui di Indonesia. Meski begitu, bentuknya mirip seperti sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tangkainya berwarna kemerahan seperti tangkai daun singkong. Bedanya, tangkai rhubarb sedikit lebih tebal. Sementara daunnya mirip seperti selada.
Lazimnya, bagian sayuran yang bisa dikonsumsi adalah daunnya. Namun, daun rhubarb justru pantang untuk dimakan karena mengandung racun dan asam oksalat yang cukup tinggi. Hanya batang tanamannya saja yang aman untuk dimakan.

Manfaat Kesehatan Rhubarb yang Jarang Diketahui
Rhubarb (Rheum rhabarbarum) adalah tanaman asli Asia Tengah yang biasa digunakan sebagai bahan makanan. Tumbuhan ini memiliki batang besar dan berwarna merah yang dapat dimakan, meskipun paling sering dikenal karena daunnya yang tidak dimakan karena beracun. Rhubarb memiliki rasa yang sedikit asam dan sering ditambahkan ke pie atau digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat kompot.
Rhubarb telah digunakan selama ribuan tahun sebagai obat herbal dan bahan makanan. Dalam ilmu pengetahuan tradisional Cina, rhubarb dianggap sebagai obat yang efektif untuk membantu mengatasi masalah pencernaan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Tumbuhan ini juga memiliki beberapa kandungan nutrisi penting, termasuk vitamin C, kalsium, dan serat.
Rhubarb biasanya tumbuh sebagai tanaman musim semi-musim panas dan biasanya mulai berbunga pada bulan Mei atau Juni. Tanaman ini membutuhkan lingkungan yang sejuk dan kaya nutrisi untuk tumbuh dengan baik. Rhubarb juga sangat mudah ditanam dan merupakan tanaman yang tahan lama yang dapat bertahan hingga beberapa tahun.
Untuk memanfaatkan rhubarb sebagai bahan makanan, batangnya harus dipotong dan diolah sebelum dimakan. Daunnya harus dibuang karena beracun, sementara bagian merah dari batang rhubarb bisa dimasak atau ditambahkan ke pie atau kompot. Beberapa orang juga membuat jus rhubarb atau membuat sirup rhubarb dengan memasak batang rhubarb dengan gula dan air.
Sementara rhubarb adalah tanaman yang berguna dan mudah ditemukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi rhubarb. Seperti yang telah disebutkan, daun rhubarb beracun dan tidak boleh dimakan, sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa hanya bagian merah dari batang rhubarb yang digunakan sebagai bahan makanan. Juga, beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap rhubarb atau memiliki masalah pencernaan setelah mengonsumsinya, jadi sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan rhubarb ke dalam diet.1. Menjaga kesehatan tulang.
Kandungan vitamin K rhubarb menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Kepadatan tulang yang terus terjaga bisa mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis.
2. Menurunkan kolesterol
Studi menunjukkan bahwa sayuran ini mampu menurunkan kadar kolesterol jahat serta kolesterol total dalam darah. Menurunnya kadar kolesterol dapat meminimalisir risiko penyakit jantung. Efek ini diperoleh dari antioksidan pada rhubarb.
3. Melancarkan pencernaan
Kandungan serat dalam sayuran ini dapat memperlancar saluran cerna sehingga masalah sembelit bisa dicegah. Rhubarb juga mengandung senyawa sennosides yang bertindak sebagai pencahar alami. Sedangkan kandungan taninnya mampu memberikan efek anti diare.
4. Mencegah kanker
Antioksidan dalam rhubarb membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas mampu menyebabkan stres oksidatif jika kadarnya terlalu banyak. Alhasil, sel-sel sehat rentan mengalami kerusakan sehingga memicu berbagai penyakit. Antioksidan mampu melawan radikal bebas agar risiko penyakit dapat dicegah.
5. Mengurangi peradangan
Senyawa antioksidan dalam sayuran ini membantu melawan peradangan. Sifat-sifat ini dapat membantu seseorang yang mengalami sindrom reaksi inflamasi sistemik, yaitu respon tubuh saat terjadi peradangan. Studi lain menemukan bahwa sifat anti-inflamasi rhubarb dapat membantu meningkatkan penyembuhan luka.
Bagaimana Cara Mengonsumsinya?
Saat memilih rhubarb, cari batang yang kokoh dan renyah. Hindari yang lemas atau memiliki noda. Cari rhubarb berdaun kecil yang menunjukkan sayuran masih muda. Namun, pastikan membuang daunnya sebelum dimasak atau dimakan.
Hindari memotong-motong batangnya jika tidak langsung memasaknya. Sebab, memotongnya bisa membuat sayuran mengering. Untuk menyimpannya, masukkan seluruh batang ke dalam kantong plastik tertutup di lemari es. Batang sayuran ini bisa bertahan satu minggu dalam lemari es. Jika ingin lebih awet, potong-potong batangnya lalu simpan freezer.
Kamu bisa mengonsumsi sayuran ini dengan berbagai cara, seperti memakannya langsung, dijadikan smoothie atau dimasak menjadi selai rhubarb. Cara lain untuk menikmati sayuran ini, yaitu:
- Dijadikan pai atau crumble.
- Diolah menjadi es krim.
- Dicampur bersama jus segar atau kombucha buatan sendiri.
- Dijadikan saus untuk daging atau unggas.
- Dihaluskan dan dehidrasi untuk membuat kulit rhubarb.
- Dipanggang bersama olesan madu lalu dicampur ke dalam salad.
Post a Comment for "Kaya Nutrisi, Ini 5 Manfaat Rhubarb yang Jarang Diketahui"