13 Komoditas Pertanian yang Mempunyai potensi Di-export
Pertanian di Indonesia seolah tidak dapat dipisah dari kehidupan warga setiap hari. Beberapa produk pertanian, selainnya sudah jadi keperluan primer untuk warga, sebagai kekuatan yang besar untuk Indonesia. Ditambahkan lagi, Indonesia berada di lajur kathulistiwa hingga sebagian besar tanaman berada di Indonesia selama setahun.
Ada peribahasa yang menjelaskan jika negara yang kuat ialah negara yang mempunyai ketahanan pangan yang kuat. Bila kuat ketahanan pangannya, karena itu kuat bidang lainnya. Tetapi, bila kurang kuat pangannya, karena itu kurang kuat bidang lainnya.
Sama seperti yang kita kenali, bidang pertanian sebagai bidang dasar untuk perkembangan Indonesia, semestinya ini bisa bawa imbas yang positif untuk beberapa petani hingga petani lebih sejahtera. Tetapi, menurut Tubuh Pusat Statistik 2018, 48,7% warga miskin yang berada di Indonesia ialah petani.
Petani miskin disebabkan karena faktor-faktor, satu diantaranya yaitu rendahnya tingkat nilai jual hasil pertanian, dan ditambahkan hasil kualitas tani yang cuma penuhi pasar lokal hingga penghasilan petani condong rendah.
Salah satunya langkah untuk tingkatkan penghasilan petani dengan lakukan export beberapa hasil pertanian. Untuk beberapa petani, untuk lakukan export, pasti banyak memiliki syarat dan kwalifikasi khusus. Tetapi, pada dasarnya, berikut komoditi pertanian yang mempunyai potensi untuk di-export ke luar negeri.
Disaksikan dari perubahan export di Indonesia, produk export Indonesia dikuasai oleh export non-migas (BPS). Pada export non-migas, terbagi dalam pertanian, hasil pemrosesan dan pertambangan yang lain.
Komoditas tanaman satu musim, tanaman hias, dan tanaman tahunan
1. Sayur-sayuran dan buah-buahan
Banyak sayur yang di-export ke luar negeri seperti kubis, sawi, bunga kol dan 77 tipe sayur yang lain, dan buah yang di-export diantaranya kelapa, manggis, pisang, dan ada 176 tipe buah yang lain.
Indonesia untuk komoditas buah dan sayur sudah mengekspor ke 29 negara dan China, Jepang, dan Malaysia jadi 3 negara paling besar yang mengimpor buah pisang dari Indonesia (Kementan).
2. Tembakau
Ada banyak Negara yang sering mengimpor tembakau dari Indonesia, terdaftar pada BPS, seperti Amerika, Srilanka, Belgia, Belanda, dan Republik Dominika.
Amerika Serikat mengimpor 2.827,3 ton tembakau, Srilanka mengimpor 1.086 ton, Belgia mengimpor 992,7 ton, Belanda mengimpor 871,8 ton, dan Republik Dominika mengimpor 753,3 ton di tahun 2017 lalu. (okezone.com)
3. Kopi
Di tahun 2017, Indonesia mengekspor kopi, baik tipe Arabika atau Robusta sekitar seperti berikut:
- Export kopi ke Amerika 63.237,6 ton,
- Export kopi ke Jerman 44.739,6 ton,
- Export kopi ke Jepang 29.503 ton,
- Export kopi ke Malaysia 41.394,1 ton,
- Export kopi ke Italia 38.102,9 ton,
- Export kopi ke Rusia 36.920,3 ton,
- Export kopi ke Belgia 13.156,2 ton,
- Export kopi ke Mesir 24.039,6 ton,
- Export kopi ke Inggris 21.937,5 ton,
- Export kopi ke Kanada 4.173,9 ton.
- (Indonesia dalam angka. BPS 2018)
4. Tanaman obat wewangiantik dan rempah-rempah
Tanaman obat yang umum di-export Indonesia seperti jahe, kunyit, minyak atsiri, lada, vanili, kayu manis, pala, dan cengkeh.
Beberapa negara pengimpor tanaman obat wewangiantik dan rempah-rempah dari Indonesia diantaranya Pakistan, Thailand, Amerika Serikat, India, Vietnam, Singapura, Belanda, China, Bangladesh, Jerman, dan beberapa negara yang lain.
5. Lada hitam
Negara yang mengimpor lada hitam dari Indonesia seperti Vietnam, Amerika, India, Perancis, China, Jerman, Belanda, Singapura, Italia, Srilanka, dan yang lain.
6. Tanaman hias
Indonesia kaya komoditas tanaman hias, ada 173 tipe tanaman hias yang tumbuh di Indonesia. Bunga tilansia, Bunga Sain Polia, Aglonema, Caloncoe di-export ke Eropa seperti Belanda, Italia, Denmark, dan Jerman
Komoditas perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan peternakan
1. Ikan fresh/dingin hasil tangkap
Ikan fresh/dingin yang di-export makin tahun makin turun. Data BPS memperlihatkan, di tahun 2017, Indonesia cuma mengekspor 53.982,2 ton dan di tahun 2013 capai 98 ribu ton. (BPS 2018)
2. Rumput laut dan ganggang yang lain
Rumput laut dan ganggang banyak tersedia di Indonesia. Tetapi, keinginan pasarnya naik-turun dan turun naik. Negara dengan arah import terbanyak yakni China dengan keseluruhan import rumput laut dan ganggang dari Indonesia sekitar 148.452 ton di tahun 2017.
3. Sarang burung
Sarang burung tidak banyak di-export karena ketersediaannya sedikit. Terdaftar, Indonesia mengekspor 1.286,7 ton di tahun 2017 dan semakin meningkat dari tahun ke tahun
Komoditas pertanian yang lain
1. Gaharu
Indonesia sebagai negara pengekspor kayu gaharu paling besar di dunia dengan wilayah pemroduksi paling besar yaitu di Kalimantan Utara. Export negara paling besar yaitu Timur tengah dan China. (Kompas.com 2018)
2. Getah karet dan semacamnya
Berdasar data BPS, volume export karet remah (crumb rubber) capai 2,49 juta ton dengan nilai 729,2 miliar US$.
3. Kelapa sawit
Tanaman kelapa sawit cukup terkenal di Indonesia, bisa dibuktikan dari makin tumbuh suburnya tanaman perkebunan ini. Di tahun 2017 lalu, selebar 12.538.000 ha kebun sawit berada di Indonesia. Indonesia mengekspor 287.703.000 ton minyak kelapa sawit. (BPS.2018)


Post a Comment for "13 Komoditas Pertanian yang Mempunyai potensi Di-export"