Kenali Langkah dan Keuntungan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit
Usaha Perkebunan Kelapa Sawit sebagai usaha yang banyak disukai tetapi perlu kehati-hatian dalam mengawalinya. Kelapa sawit atau dengan bahasa latinnya dikatakan sebagai Elaeis sebagai tanaman dalam barisan Palma. Pohon kelapa sawit sebagai tanaman tropis yang bisa tumbuh sampai ketinggian 24 Mtr. dengan komunitas baiknya di ketinggian 0-500 Mtr. dari permukaan laut dan kelembapan 80-90%. Tamanan yang terkenal untuk diperkembangkan dalam usaha minyak kelapa sawit untuk rumah tangga, industri atau biodiesel ini lebih banyak diketemukan di wilayah Aceh, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa. Indonesia sebagai pemroduksi minyak kelapa sawit paling besar di dunia.

Minyak kelapa sawit yang dibuat dari olahan kelapa sawit mempunyai keunggulan yang semakin tinggi dibandingkan minyak bumi. Minyak kelapa sawit yang dibuat dipandang mempunyai ketahanan oksidasi dengan penekanan tinggi, dan sanggup meleburkan beragam bahan kimia yang tidak bisa dicampurkan oleh bahan pelarut yang lain, mempunyai daya lapis yang tinggi dan tidak menyebabkan iritasi di kulit manusia hingga sering diperlukan oleh beragam tipe industri.
Saat sebelum melakukan investasi kebun kelapa sawit, Anda perlu mengenali 3 type pohon kelapa sawit, yakni:
1. Kelapa Sawit Tipe Dura
Buah yang dibuat kelapa sawit tipe Dura mempunyai cangkang yang tebal dan kerap dipandang memendekkan mesin pengolahnya, tetapi tandan buah fresh (tbs) besar sekali dan kandungan minyak kelapa sawit yang yang dibuat juga lumayan banyak, yakni sekitaran 18% per tbs.
2. Kelapa Sawit Tipe Pisifera
Berlainan dengan Pisifera, buah dari kelapa sawit tipe Pisifera tidak mempunyai cangkang, hingga pokok / kernel yang hasilkan minyak kelapa sawit juga tidak ada dan jarang hasilkan buah.
3. Kelapa Sawit Tipe Tenera
Tenera sebagai hasil persilangan di antara Dura dan Pisifera yang dipandang seperti bibit unggul karena mempunyai karakter unggul dari ke-2 induk aslinya. Buah yang dibuat tiap biji Sawit Tenera mempunyai prosentase 90% yang mengandung minyak kelapa sawit sampai 20% per tbs.
Sepintas barusan sebagai sedikit deskripsi berkenaan pohon Sawit dan buah yang dihasikannya dari setahu I-Bisnis. Ingat besarnya faedah yang dibuat, pasti kelapa sawit sebagai komoditas yang lumayan banyak dicari dan pangsa pasarnya juga sangat luas. Apa Anda tertarik? Silahkan kita teruskan mengenai bagaimana mempunyai tempat sawit.
Bila Anda mempunyai tempat yang lumayan luas dan beberapa waktu senggang untuk mengelolanya sendiri, perawatan tempat sawit juga tidak begitu susah. Tetapi, karena memulai perkebunan kelapa sawit memerlukan ongkos yang cukup banyak untuk buka tempat dan penanaman bibit memakai alat berat. Oleh karenanya, pemilik tempat coba bekerja bersama dengan satu lembaga dalam pengendaliannya yang dikatakan sebagai kebun plasma. Tempat / Kebun Plasma sebagai kebun yang diatur oleh satu perusahaan atau barisan dengan mekanisme untuk hasil. Umumnya modal awalnya didapatkan oleh lembaga / barisan itu lewat utang Bank, dan saat masuk umur panen, hasil panen akan dipotong beberapa untuk membayar utang. Oleh karenanya, hasil yang diterima dari tempat plasma akan termasuk sedikit sebelumnya, tetapi saat utang itu sudah lunas hasil yang diambil akan memberikan kepuasan.
Penghitungan ongkos dan hasil dalam usaha perkebunan kelapa sawit bisa diuraikan seperti berikut:
1. Tempat dan Bibit Kelapa Sawit
Tentu saja saat sebelum mengawali usaha kelapa sawit, karena itu kita membutuhkan tempat yang lumayan luas. Bila Anda tidak memiliki, Anda bisa membeli dari warga-warga lokal atau Anda bisa tawarkan diri sebagai investor untuk mengurus tempat mereka sebagai kebun sawit. Harga tanah dimasing-masing wilayah cukup bermacam, tetapi rerata dalam range harga 9 - 15 Juta per Hektar (1 H = 100m x 100m). Pada sebuah hektar bisa ditanam sampai 136 dasar (bibit sawit) pada harga per dasar sekitaran 30 ribu (usia kurang lebih 18 bulan). karena itu untuk beli bibit satu hektar kebun sawit akan memerlukan sekitaran Rp. 4.080.000,-. Keseluruhan ongkos Tempat + Bibit sekitaran 14 - 20 Juta per hektar.
2. Penanaman dan Perawatan Kebun Kelapa Sawit
Penanaman Pohon kelapa sawit jangan asal-asalan, umumnya jarak antara pohon sekitar 9 mtr.. Ini mempunyai tujuan selainnya jaga jarak dewasa perkembangan kelapa sawit, supaya perubahan akar kelapa sawit nanti dapat mengalami perkembangan prima dan tidak sama-sama berebutan gizi. Untuk perawatan, yang paling diprioritaskan ialah jaga pohon sawit dari gempuran Gulma atau masalah yang lain. Dan untuk pemupukan dipisah di dalam 2 persyaratan umur pohon.

- Pohon sawit dengan umur di bawah 3 Tahun:
Pupuk Urea 0,4-0,6 kg per pohon di dalam 2x satu tahun. Pada sebuah hektar diperlukan 136 kg pupuk urea /tahun. Pada harga Rp. 3.900,- / kg, karena itu keseluruhan ongkos Rp. 530.000,- / tahun.
Pupuk KCL 0,2-0,5 kg per pohon di dalam 2x satu tahun. Pada sebuah hektar diperlukan 136 kg pupuk KCL /tahun. Pada harga Rp. 3.900,- / kg, karena itu keseluruhan ongkos Rp. 530.000,- / tahun.
Pupuk Kiserit 0,1-0,2 kg per pohon di dalam 2x satu tahun. Pada sebuah hektar diperlukan 54.4 kg pupuk Kiserit /tahun. Pada harga Rp. 1.300,- / kg, karena itu keseluruhan ongkos Rp. 70.720,- / tahun.
Borate 0,02-0,05 kg di dalam 2x satu tahun. Pada sebuah hektar diperlukan 13,6 kg Borate /tahun. Pada harga Rp. 10.100,- / kg, karena itu keseluruhan ongkos Rp. 137.360,- / tahun.
Karena itu keseluruhan ongkos pupuk untuk pohon sawit umur di bawah 3 Tahun dibutuhkan Rp. 1.268.080,- per hektar /tahun.
- Pohon sawit dengan umur panen 3 Tahun keatas:
Pupuk Urea 2-2,5 kg per pohon di dalam 2x satu tahun. Pada sebuah hektar diperlukan 680 kg pupuk urea /tahun. Pada harga Rp. 3.900,- / kg, karena itu keseluruhan ongkos Rp. 2.652.000,- / tahun.
Pupuk KCL 2,5-3 kg per pohon di dalam 2x satu tahun. Pada sebuah hektar diperlukan 816 kg pupuk KCL /tahun. Pada harga Rp. 3.900,- / kg, karena itu keseluruhan ongkos Rp. 3.182.400,- / tahun.
Pupuk Kiserit 1-1,5 kg per pohon di dalam 2x satu tahun. Pada sebuah hektar diperlukan 408 kg pupuk Kiserit /tahun. Pada harga Rp. 1.300,- / kg, karena itu keseluruhan ongkos Rp. 530.400,- / tahun.
Borate 0,05-0,1 kg di dalam 2x satu tahun. Pada sebuah hektar diperlukan 27,2 kg Borate /tahun. Pada harga Rp. 10.100,- / kg, karena itu keseluruhan ongkos Rp. 274.720,- / tahun.
Khusus untuk SP-36 0,75-1 kg diberi 1x satu tahun. Pada sebuah hektar diperlukan 272 kg Borate /tahun. Pada harga Rp. 4.850,- / kg, karena itu keseluruhan ongkos Rp. 1.319.200,- / tahun.
Karena itu keseluruhan ongkos pupuk untuk pohon sawit umur panen 3 Tahun keatas dibutuhkan Rp. 7.958.720,- per hektar /tahun.
3. Proses dan Pemasaran Hasil Panen Kelapa Sawit
Berikut sisi yang paling dinanti, Pohon Sawit mulai dapat dipanen dari umur tiga tahun. Umumnya proses panen dilaksanakan 2x pada sebuah bulan untuk 2 hektar kebun. Rerata berat tandan buah fresh (tbs) bisa capai 50 kg bergantung pada perawatan dan tipe bibit, makin tua usia sawit, makin berat hasil tbs. Itu bermakna bila kita mempunyai 1 hektar kebun sawit dengan 136 pohon, asumsi setiap pohon hasilkan satu tandan 50 kg /bulan, karena itu di dalam 1 hektar bisa dibuat 6,8 Ton / bulan, dengan rerata harga tds (tandan buah fresh) sawit sekitaran Rp. 1.300,- / kg, karena itu dibuat Rp. 8.840.000,- / bulan, atau pada sebuah tahun didapatkan Rp. 106.080.000,- / hektar.
Bila kita perbandingan dengan ongkos pupuknya dengan luas tempat yang serupa yaitu di dalam 1 hektar, karena itu dapat diambil profit usaha kelapa sawit sampai Rp. 98.000.000,- /tahun. (Perhitungan itu sebagai penghitungan kasar di luar ongkos operasional dan ongkos tidak tersangka yang kemungkinan bervariatif setiap tempat.)
Bagaimana? Benar-benar menarik kan? Selainnya usaha Perkebunan Kelapa Sawit, I-Bisnis akan membahas Perkebunan Kopi dan Perkebunan Kurma di Indonesia yang bisa wiraswastawan tekuni. Janganlah lupa daftarkan e-mail Anda pada kotak pernyataan untuk mendapatkan info terupdate kami seterusnya.
Post a Comment for " Kenali Langkah dan Keuntungan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit"