Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kasus Obat Batuk Sirup Gambia: Mengenali Dietilen dan Etilen Glikol yang Mengakibatkan 69 Kematian Anak?

Obat batuk yang memiliki kandungan parasetamol produksi India mengakibatkan 69 kasus tidak berhasil ginjal yang berbuntut pada kematian anak di Gambia. Laboratorium World Health Organization (WHO) mendapati kandungan diethylene glycol/ethylene glycol atau dietilen glikol/etilen glikol pada sirup obat batuk yang mengakibatkan tidak berhasil ginjal kronis.

Etilen glikol ialah senyawa organik tidak warna, tidak bau, berkonsistensi kental seperti sirup pada temperatur kamar, dan mempunyai rasa yang manis. Kerap dipakai pada antibeku otomotif, minyak rem, kosmetik dan pelumas.

Etilen glikol ialah depresan mekanisme saraf pusat (SSP) yang hasilkan dampak kronis yang serupa dengan etanol. Dampak SSP ini memimpin sepanjang jam-jam pertama sesudah paparan.

Empat merek dagang obat batuk yang memiliki kandungan etil glikol ini ialah Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup. Semua obat ini dibuat oleh Maiden Pharmaceuticals Limited di India, dan selama ini beberapa obat cuma di-export ke India saja.

Bagaimana etilen glikol dapat masuk ke obat batuk anak?

Menurut Dr GL Singal sebagai pengatur obat, kandungan beresiko ini teridentifikasi pada contoh obat batuk sirup itu karena etilen glikol seperti propylene glycol atau propilen glikol. Propilen glikol ialah pelarut yang umum dipakai dalam obat batuk, dan karena argumen itu keserupaan ke-2 zat itu harus ditiadakan. Tempat penyimpanan ke-2 zat ini juga sama, hingga kemungkinan terjadi kesalahan di saat ingin masukkan propilen glikol ke produksi obat batuk.

Apa dampaknya dalam tubuh?

Sesudah ketelan, etilen glikol secara cepat diserap di lambung, selanjutnya diganti jadi senyawa beracun. Pada dasarnya, ini yang terjadi dalam tubuh:

Tahapan neurologis (30 menit sampai 12 jam)

Etilen glikol bisa mengakibatkan stres SSP dan memunculkan tanda-tanda pengurangan kesadaran, pusing, sakit di kepala, mengantuk, resah, muntah dan mual.

Tahapan jantung paru (12 sampai 24 jam)

Kemudian, jantung akan berdetak bisa lebih cepat, irama jantung jadi tidak teratur, penimbunan toksin pada darah mengakibatkan pergerakan pernafasan jadi lebih cepat

Tahapan ginjal (24 sampai 72 jam)

Penimbunan zat kimia beracun mengakibatkan kesetidakimbangan kimia pada darah yang berbuntut pada kehilangan kesadaran atau koma, napas sesak, tidak berhasil jantung, ketidakberhasilan organ, menyusutnya produksi urin sampai tidak ada urin benar-benar dan mengakibatkan tidak berhasil ginjal kronis

Post a Comment for " Kasus Obat Batuk Sirup Gambia: Mengenali Dietilen dan Etilen Glikol yang Mengakibatkan 69 Kematian Anak?"