Bercocok tanam Jahe Merah, Salah Satu Usaha yang Janjikan Saat Wabah
Jahe sebagai salah satunya rempah yang banyak memiliki faedah. Jahe banyak faedahnya untuk kesehatan, salah satunya menahan penyakit kulit, menahan permasalahan perut, berperanan sebagai anti-oksidan pada tubuh dan dipercayai bisa menolong memudahkan batuk, pilek, sakit kerongkongan, dan sanggup tingkatkan ketahanan badan.
Jahe merah semakin banyak faedahnya bila dibanding dengan jahe putih. Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri yang semakin banyak, begitupun kandungan zat oleoresin, gingerol, dan zingeron.

Kandungan minyak atsiri pada jahe merah efisien untuk menurunkan batuk yang aman untuk dimakan siapa, terhitung anak-anak. Zat zingeron pada rempah ini efisien untuk menahan infeksi pada usus dengan bekerja dengan aktif dalam menghalangi enzim penyebab inflamasi.
Sekarang ini, budidaya jahe merah menjadi satu diantara alternative untuk beberapa warga untuk menyokong ekonominya. Pasalnya di periode wabah Covid-19, keinginan pada tipe jahe bertambah.
Seperti dilaksanakan Pera (40) masyarakat Simaruok, Kecamatan Lubuk Basung, Agam, yang manfaatkan tempat disekitaran tempat tinggalnya untuk bertanam jahe merah. Membudidayakan jahe merah ini baru ditekuninya sejak mulai beberapa bulan lalu.
Awalannya dianya tidak mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam membudidayakan jahe. Ini tidak jadi rintangan untuknya, karena diera digital saat saat ini, info benar-benar gampang dijumpai.
"Dimulai dari langkah pilih rimpang jahe untuk jadi bibit, penyemaian, penanaman, panen, dan perawatan, dan media tanamnya-pun, ilmunya didapatkan dari media online," kata Pera, dikutip dari langgam.id.
Sekarang ini Pera membudidayakan jahe di tiga tempat tanam, yakni karung, kotak dan tanam langsung di tanah. Ini dilakukan agar memperbandingkan media tanaman mana nanti yang lebih efektif dalam membudidayakan jahe.
"Tanah yang berada di tiap mediumnya sudah digabungi dengan pupuk kandang, sekam, dan abu tersisa pembakaran, supaya tanah itu kaya dengan elemen hara," sambungnya.
Keseluruhannya, jumlah jahe merah yang ditanamnya saat ini sejumlah 450 bibit, yang dari 5 kg rimpang jahe. Dari kisah hidupnya, di dalam 1 kg rimpang jahe, dapat hasilkan kurang lebih sekitar 100 bibit jahe.
Tetapi saat penyemaian, tidak 100 % sukses, ada banyak bibit tidak tumbuh, karena alami pembusukan. Saat umur sekitaran 30-40 hari, bibit bisa dipindah ke tempat tanam dan menanti sampai jahe siap panen, sekitaran usia 7-8 bulan.
Menurut dia, dalam perawatannya tidak susah, jahe bukan tanaman yang manja, namun yang perlu jadi perhatian ialah kelembapan tanahnya, karena jahe tidak bagus hasilnya bila tanahnya terlampau basah atau terlampau kering. Dan terlepas dari gulma atau tanaman liar yang lain.
"Bukti membudidayakan jahe ini tidak susah ialah, saya bisa melakukan aktivitas seperti umumnya tanpa mengganggu tugas yang lain," tegasnya.***
Post a Comment for " Bercocok tanam Jahe Merah, Salah Satu Usaha yang Janjikan Saat Wabah"